Perintah Kapolri, Polisi Tangkapi Pemain Judi Online SLOT Saat Nongkrong di Cafe-Cafe

Mengungkap judi online slot, polisi juga membongkar judi remi bakaran, serta judi gluduk di beberapa tempat.

   Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triayanto, didampingi Kasubag Humas, AKP Nining DPS dan Kasatreskrim, AKP Eka Purnama,Mengatakan”pengungkapan perjudian itu menindaklanjuti perintah kapolri untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan memberantas segala bentuk perjudian, khususnya judi SLOT ONLINE.
    Dalam mengungkap kasus judi online slot maupun judi lainnya yang meresahkan masyarakat, anggota kami tidak serta merta menangkap mereka. Tetapi anggota melakukan penyedilidikan terlebih dulu,” kata Rogib.
    Menurut Rogib, dari 16 tersangka sebagai pelaku itu baru empat orang yang diciduk karena memainkan slot. Yaitu AB (27), warga Desa Sopaah, Kecamatan Pademawu; MEA (41), warga Dusun Nyalaran, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan; HAY (32), warga Desa Tegal Sari, Kecamatan Kaliwates, Jember; dan WZ (29), warga, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
    Sedangkan pelaku remi bakaran masing-masing adalah S (49), MW (45), MLA (20), HS (23) dan MS (50), semuanya warga Dusun Utara, Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan; dan M (38), warga Dusun Barat, Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan.
    Untuk pelaku judi gluduk atau judi dadu, adalah S (50) dan B (55), keduanya warga Dusun Karang Sambi, Desa Palampaan, Kecamatan Camplong, Sampang; MS (36) dan MS (22), warga Dusun Gubuk, Desa Teja Barat, Kecamatan Kota, Pamekasan; NY (35) dan H (44), warga Dusun Tengah, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.
    Kapolres menjelaskan, para pemain judi oline slot ditangkap di beberapa kafe. Di antaranya di Kafe Legenda, Jalan Stadion, yang hanya sekitar 200 meter sebelah Utara Polres Pamekasan. Kemudian Kafe di Tapsiun, Jalan Trunojoyo, Pamekasan dan Kafe Bezkem di Kalan Kemuning, Pamekasan.
“Pelaku judi online ini kami tangkap saat nongkrong di kafe. Tingkah mereka saat membuka ponsel sudah mencurigakan. Karena pelaku nongkrong bukan sekadar untuk ngopi, tetapi bermain judi online,” tegas Rogib.
    Diuraikan, sejumlah barang bukti yang kini disita dari pelaku judi online, berupa empat buah ponsel berbagai merek. Di dalamnya masing-masing ditemukan bukti transfer melalu M-Transfer. Tiga kartu Tahapan Xpress BCA warna kuning. Bukti slip transfer dan satu buah kartu ATM Mandiri.
    Sementara dari pelaku judi remi bakaran, petugas menyita uang tunai Rp 1.308.000. Untuk judi gluduk, anggota menyita 3 buah dadu berukuran besar, sebuah tutup dadu, selembar beberan dadu yang terdapat 15 kotak berisi gambar titik putih dan merah, serta sebuah kartu ATM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *