Seseorang pria bernama samaran WJ( 26) di Temukan sudah Meningal gantung diri di ruang tamu rumahnya di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Ia nekat mengakhiri hidupnya sebab tekanan mental usai terlilit utang akibat judi online.

Data yang dikumpulkan,, insiden itu terjalin di rumahnya di Kelurahan Rejosari Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Korban awal kali ditemui bunda tirinya bernama samaran SH( 43). Polisi membetulkan peristiwa itu.

” Benar peristiwa kemarin, ditemui jam 07. 10 Wib. Korban sepanjang ini tinggal bersama kedua orang tuanya serta adiknya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, Kompol Evry Susanto

Polii yang menemukan berita juga menghadiri posisi peristiwa. Korban nyatanya sudah diturunkan dari posisi dini ditemui serta dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Timah Pangkalpinang. Di situ, dokter menyebut korban sudah wafat dunia.

Polisi setelah itu melaksanakan oleh tempat peristiwa masalah( TKP) serta mengecek saksi- saksi, tercantum bapak kandung korban nama samaran AS. Bapak korban menyebut, dalam sebagian tahun terakhir anaknya itu sudah hadapi tekanan mental sebab terlilit utang.

” Bersumber pada penjelasan bapak kandung, kalau korban sebagian tahun terakhir hadapi tekanan mental akibat terlilit utang. Korban berutang sampai puluhan juta akibat bermain judi online,” tegas Kasat.

Kasat Reskrim menarangkan kronologi temuan jasad korban yang ditemui tewas gantung diri. Kata Evry, awal mulanya si bunda tiri lagi mempersiapkan makan pagi pagi buat korban. Sedangkan itu, bapak korban lagi duduk di dapur.

Setelah itu korban tiba mengambil plastik di dapur. Bunda serta bapaknya tidak mengenali persis isi plastik yang diambil korban.

Pendek cerita, makan pagi pagi berakhir terbuat. Ibunya berencana mengantar makan pagi pagi itu tetapi korban tidak ditemui, tercantum di kamarnya. Sehabis berkelana, korban ditemui dalam keadaan tewas bergantung di ruang tamu.

” Saksi ini mencari korban ke kamar serta ruangan lain tetapi tidak ditemui. Sehabis dicek di ruang tamu depan, saksi memandang korban telah bergantung dengan posisi leher terikat tali nilon warna kuning setelah itu dililit ke kayu yang terdapat di atas ruang tamu rumah,” jelasnya.

Memandang korban bergantung, ibunya teriak memanggil bapaknya. Si bapak yang dikala itu di dapur juga tiba memandang anaknya itu telah bergantung.

Ayah Kandung langsung memeluk korban dengan tujuan kurangi tekanan tali yang melilit leher sambil berteriak. Tetangganya, Arifin, mendengar teriakan itu serta langsung tiba.

” Saksi lain( Arifin) tiba mendengar teriakan. Ayah kandung korban memintanya memutus tali nilon yang menjerat leher korban, saksi( Arifin) membakar tali itu dengan korek gas,” bebernya.

Sehabis itu, saksi membaringkan badan korban di lantai sembari mengecek kondisi korban tetapi tidak terdapat reaksi. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Timah Pangkalpinang.

” Korban masih berstatus lajang /belum Menika , lebih dahulu korban pula telah sempat dibawa berobat ke rumah sakit jiwa Sungailiat Bangka,” tambahnya.

Pada badan korban tidak ditemui kekerasan barang tajam ataupun barang tumpul. Korban diperkirakan murni tewas sebab gantung diri

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *