Aswin juga membeberkan sederet pelanggaran yang sempat dicoba Bripda Haris sepanjang jadi anggota Polri.

Pelanggaran itu merupakan melaksanakan penipuan terhadap sahabat anggota Polri, melaksanakan penipuan terhadap warga, serta melaksanakan peminjaman duit kepada temannya.

Pelaku Sudah Sering Tertangkap tangan bermain judi online serta ikut serta hutang individu yang sangat besar kepada bermacam pihak serta sudah diberikan hukuman oleh Pimpinan Densus 88,” jelas Aswin.

Saat sebelum melaksanakan pembunuhan terhadap Sony, Bripda Haris baru saja menuntaskan hukuman atas pelanggaran yang diucap di atas.

Dia menempuh hukuman penahanan di tempat spesial sehabis menempuh persidangan Kode etik .

” Bertepatan¬† yang bersangkutan disidang disiplin dengan hukuman penempatan spesial serta teguran tertulis,Yang Di Lakukan Oleh Pimpinan Pelaku di Densus88

HS baru berakhir melakukan hukuman dengan Penempatan Spesial sebagian hari lebih dahulu,” sambungnya.

Bersamaan dengan terungkapnya permasalahan pembunuh Sony, Mabes Polri juga langsung memproses pemberhentian tidak dengan hormat( PTDH) Agar Tidak Meluas ke Berbagai Institut.

Pemecatan tersebut hendak diputuskan dalam persidangan KEPP atas pelanggaran sampai tindak pidana yang dicoba anggota Polri tersebut.

” Terdakwa HS lagi dalam proses pemberhentian tidak dengan hormat( PTDH) atas pelanggaran disiplin serta kode etik yang dikerjakannya,” jelas Aswin.

Aswin menegaskan kalau pembuatan HS sama sekali tidak terpaut dengan kedinasan ataupun tugas. Ia pula menegaskan kalau Densus 88 tidak hendak mentoleransi pelanggaran para anggota.

Perbuatan HS dalam masalah ini murni ialah aksi personal yang tidak terdapat kaitannya dengan kedinasan,” jelas Aswin.

Buat dikenal, pembunuhan yang dicoba Bripda Haris terhadap Sony terjalin di Perumahan Bukit Cengkeh 1, Cimanggis, Depok, pada 23 Januari 2023.

Dikala itu, Sony ditemui masyarakat dalam keadaan terkapar di samping mobil Avanza merah bernomor polisi B 1739 FZG di Jalur Nusantara, RT 006 RW 015, dekat jam 04. 20 Wib.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menarangkan kalau Bripda Haris tertangkap sebagian jam sehabis jasad Sony ditemui.

Penyidik sukses mengenali pelakon dari beberapa petunjuk yang ditemui di mobil korban. Petunjuk itu berbentuk benda individu serta bukti diri pelaku yang tertinggal usai menghabisi nyawa korban.

” Bukti diri ini setelah itu ditindaklanjuti. Dalam perihal ini, dari Densus 88 Antiteror Polri langsung bergerak mencari pelakon serta mengamankannya pada 23 Januari 2023 sekira jam 16. 30 Wib,” ucap Trunoyudo,

Pelaku ditangkap di kawasan Puri Persada, Desa Sendang Mulya, Bekasi, oleh regu dari Densus 88 yang dibangun spesial buat pengejaran.

Bripda Haris setelah itu dibawa serta diserahkan kepada penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Jadi permasalahannya, perkembangannya telah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelakon pula telah diresmikan terdakwa, serta setelah itu ditahan pada dikala itu pula,” kata Trunoyudo.

Bersumber pada hasil pengecekan, kata Trunoyudo, Bripda Haris menewaskan Sony sebab mau mencuri mobil yang dipakai korban selaku sopir taksi online.

Kepada penyidik, Bripda Haris mengaku melaksanakan aksi tersebut sebab permasalahan ekonomi. Tetapi, penyidik masih hendak mendalami lagi motif pembunuhan tersebut.

” Kenapa perilakunya, perilakunya sepanjang ini permasalahan ekonomi secara pribadinya sehingga ini terjalin. Tetapi, proses penyidikan senantiasa berjalan. Kapolda Metro Jaya senantiasa menekankan scientific crime investigation,” pungkas Trunoyudo.

Sedangkan ini, Bripda Haris dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana( KUHP) tentang Pembunuhan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *